TATA IBADAH
MENYAMBUT NATAL YESUS KRISTUS
WANITA/KAUM IBU JEMAAT/WILAYAH
==============================================
Desember
2018
PERSIAPAN
AJAKAN BERIBADAH
(jemaat berdiri)
Ketua Komisi WKI:
Waktu terus berputar langkahpun terus
terayun .berbagai kisah terjadi dan sejuta kenanganpun telah terukir.kini kita telah ada di
penghujung tahun 2018 dan di tahun pertama pelayanan 2018 - 2021.
J Kini dalam tuntunan Tuhan
Allah kitapun tiba di bulan yang syahdu bulan yang penuh cinta kasih dan damai
Ketua Komisi WKI:
Karena itu marilah kita menyatu dalam
ikatan kasih persaudaraan yang tulus mengangkat puji sembah bagi Dia Tuhan
Yesus Kristus sang Putra Natal Juruselamat kita.
TAHBISAN
P Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus ini di tahbiskan
dalam nama Tuhan Allah Bapa yang telah menganugerahkan AnakNya yang Tunggal
supaya setiap orang yang percaya
kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
J Amin
P Selamat merayakan Natal saudara-saudara
Juruselamat telah lahir di kota Daud. Haleluyah!
Menyanyi: KJ No.119 HAI DUNIA GEMBIR
ALAH (Bait 1)
Hai
dunia Gembiralah dan sambut rajamu
Dihatimu terimalah bersama bersyukur , bersama bersyukur
Bersama-sama bersyukur
TATAP DIRI DALAM PENGAKUAN DOSA
(jemaat duduk)
P Natal adalah kisah pendamaian, Allah
yang kudus mau datang mencari manusia yang telah jatuh kedalam dosa dan
mendamaikan diri-Nya
dengan manusia.Bahkan mendamaikan manusia
dengan sesamanya, lalu adakah damai Natal ada di antara kita?
Wakil W/KI Ketua:
Damai? Kata yang indah namun terkadang jauh
dari realitas . Damai Natal?
Yaaaa! Damai menjadikan kisah setahun
sekali,ada disaat natal namun hilang seiring berlalunya Natal, bagaikan lampu kelap kelip, indah
mempesona tapi hanya ada di bulan Desember, keegoisan, ketersinggunggan ,
menyimpan amarah, sulit memaafkan dari harga diri yang tak bisa di rendahkan
menjadi tembok penghalang bagi terciptanya perdamaian. Natal adalah kisah
kasih, dimana Allah yang maha tinggi mau mencari manusia yang tersesat karena
dosa untuk memulihkan jati dirinya sebagai makhluk ciptaan yang termulia, lalu
sudahkah kita hidup saling mengasihi ?
Sekertaris W/KI :
Kasih? Kata yang manis tapi tidak
bermakna, mudah terucap namun sulit untuk terwujud. Mementingkan diri sendiri,
merasa diri hebat. Ketidakjujuran, iri hati dan dengki menjadi penyebab untuk hidup
dalam kasih. Saling mengasihi indah
kedengarannya tetapi sulit untuk di wujudkan, banyak yang lebih suka di kasihi
tapi tidak mau mengasihi, suka untuk menerima namun tidak untuk memberi.
P Natal adalah kisah pengorbanan dimana
Tuhan Allah yang maha karya mau mengorbankan diri-Nya demi kehidupan dan keselamatan umat
manusia. Lalu adakah sikap yang mau berkorban untuk orang lain menjadi gaya
hidup kita?
Ass. Bendahara
W/KI
:
Pengorbanan? yaaaa suatu kata yang indah
untuk dialami dari sesama, namun sungguh sulit untuk melakukannya bagi orang
lain. Merasa diri tidak pernah rasa cukup, tidak merasa puas, gengsi, dan
kemewahan hidup menutup pintu kasih untuk berkorban bagi orang lain.
Solo
seorang Ibu: KASIH DARI SORGA
Kasih dari sorga memenuhi tempat ini,
kasih dari Bapa sorgawi
Kasih dari Yesus mengalir di hatiku,
membuat damai di hidupku
Mengalir kasih dari tempat
tinggi,mengalir kasih dari tahta Allah Bapa
Mengalir, mengalir, mengalir dan
mengalir
Mengalir memenuhi hidupku.
NUBUATAN/PENGGENAPAN KEDATANGAN SANG JURUSELAMAT
P Jauh
sebelum kisah palungan di Betlehem terjadi, para Nabi telah menubuatkan tentang
kedatangan Mesias.
Wakil Ketua Komisi Pelayanan W/KI (Yesaya 7 : 14) :
“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan
kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan
akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”
Ass. Bendahara Komisi W/KI (Mikha 5 :1):
“Tetapi Engkau, hai
Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan
bangkit seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak
purbakala, sejak dahulu kala.”
Menyanyi KJ No. 91 PUTRI SION, NYANYILAH (Bait 1,3)
Putri Sion, nyanyilah soraklah Yerusalem
Mari sambut Rajamu, Raja Damai t’rimalah!
Putri Sion, nyanyilah, soraklah Yerusalem
Hosiana, Putra Daud, salam Raja mulia
Raja Damai abadi, Putra Allah yang kekal
Hosiana, Putra Daud, salam Raja mulia
PEMASANGAN LILIN (sesuai yang di atur)
P Tuhan Yesus datang sebagai terang yang
menghalau kegelapan dosa terang kasihnya di berikan bagi kita untuk kita
teruskan kepada dunia di mana kita ada di rumah, di gereja, di tempat kerja,
saat ini marilah kita menyalahkan lilin-lilin yang telah di siapkan ini sambil
mengingat nasihat Rasuli: “memang
dahulu kamu adalah kegelapan tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam
Tuhan,Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang karena terang hanya
berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” (Efesus 5:8,9).
Menyanyi: KJ No. 100 MULIAKANLAH
Muliakanlah,
muliakanlah, Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi.
Damai
sejahtera turun ke bumi bagi orang pengasihan-Nya.
Muliakanlah
Tuhan Allah! Muliakanlah Tuhan Allah!
Damai
sejahtera turun ke bumi, damai sejahtera turun ke bumi.
Bagi
orang, bagi orang pengasihan-Nya,
bagi
orang pengasihan-Nya, Pengasihan-Nya.
Muliakanlah,
muliakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi.
Damai
sejahtera turun ke bumi, bagi orang pengasihan-Nya.
Amin……..amin……...amin!
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN / REFLEKSI
P Berdoa,
Membaca Alkitab dan Khobah
PERSEMBAHAN
P Saat ini pun dengan penuh sukacita dan
syukur, marilah kita memberikan persembahan kepada-Nya.
Menyanyi: KJ No. 84 YA YESUS, DIKAU KURINDUKAN
Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;
seluruh hatiku terbuka menyambut kedatangan-Mu.
Bahagia, Terang sorgawi, Engkau harapan dunia:
Terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!
Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;
seluruh hatiku terbuka menyambut kedatangan-Mu.
Bahagia, Terang sorgawi, Engkau harapan dunia:
Terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!
Hatiku biar Kaujadikan palungan-Mu yang mulia
dan dalam aku Kaucerminkan terang sorgawi yang baka,
sebab dengan kehadiran-Mu keluhan batinku lenyap.
Kiranya lahir dalam aku dan tinggallah serta tetap!
dan dalam aku Kaucerminkan terang sorgawi yang baka,
sebab dengan kehadiran-Mu keluhan batinku lenyap.
Kiranya lahir dalam aku dan tinggallah serta tetap!
Puaskanlah, ya Jurus’lamat, seluruh
kerinduanku.
Dengan rendah, jernih dan taat hatiku siap bagi-Mu;
Hendak pada-Mu kuabdikan perananku di dunia;
Cemas da duka Kausingkirkan: ya Yesus, ari, masuklah!
Dengan rendah, jernih dan taat hatiku siap bagi-Mu;
Hendak pada-Mu kuabdikan perananku di dunia;
Cemas da duka Kausingkirkan: ya Yesus, ari, masuklah!
DOA SYUKUR
NYANYIAN PENUTUP (jemaat berdiri)
DSL
No. 138 JALAN DI TERANG (Bait 1,2)
Iringlah Tuhan dalam t’rang,
keluar dari gelap
dan
ingat apa wajibmu dan turutlah tetap.
Refr.: Berjalan
di t’rang, berjalan di t’rang, berjalan di t’rang.
Berjalan
di dalam t’rang.
Iringlah Tuhan dalam
terang senantiasa hatimu
Setia
lurus dan benar menunjuk kasih-Mu. Refr….
PENGUTUSAN DAN BERKAT
P Disini kita telah mengadakan perayaan
Natal untuk menghayati karya kasih Allah melalui kedatangan Yesus sang
Juruselamat
J Di sini, kita mendengar kisah Natal yang
indah dan menyanyikan lagu-lagu natal yang syahduh dan membawa damai di hati.
P maka di sini, dan kini kita di utus
untuk menggemakan dan menghadirkan kisah pendamaian ini melalui tutur kata,
perbuatan dan sikap hidup sehari-hari , agar damai natal bukan kisah setahun
sekali tetapi kisah yang tetap hadir mengiringi langkah hidup kita di setiap
waktu dan tempat.
Dan Terimalah berkat Tuhan:
Maka kasih karunia Allah di dalam Yesus
Kristus serta persekutuan Roh Kudus akan tetap menyertai kehidupan kita kini
dan sampai selama-lamanya.
P Amin….amin….amin….amin….amin.
(dinyanyikan)
Saat Teduh
APP SINODE
GMIM-2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar