MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN
BACAAN ALKITAB: MAZMUR 104 : 19-30
104:19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, o matahari p yang tahu akan saat terbenamnya. 104:20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, q maka haripun malamlah; r ketika itulah bergerak segala binatang hutan. s 104:21 Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, t dan menuntut makanannya dari Allah. u 104:22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat v perteduhannya; 104:23 manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, w dan ke usahanya sampai petang. x 104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, y ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan z dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. a 104:25 Lihatlah laut b itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. c 104:26 Di situ kapal-kapal d berlayar dan Lewiatan e yang telah Kaubentuk untuk bermain f dengannya. g 104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan h pada waktunya. 104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang i oleh kebaikan. 104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, j mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. k 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, l mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Renungan....
Saudara-saudara yang dikasihi Kristus!
BACAAN ALKITAB: MAZMUR 104 : 19-30
104:19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, o matahari p yang tahu akan saat terbenamnya. 104:20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, q maka haripun malamlah; r ketika itulah bergerak segala binatang hutan. s 104:21 Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, t dan menuntut makanannya dari Allah. u 104:22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat v perteduhannya; 104:23 manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, w dan ke usahanya sampai petang. x 104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, y ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan z dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. a 104:25 Lihatlah laut b itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. c 104:26 Di situ kapal-kapal d berlayar dan Lewiatan e yang telah Kaubentuk untuk bermain f dengannya. g 104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan h pada waktunya. 104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang i oleh kebaikan. 104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, j mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. k 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, l mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Renungan....
Saudara-saudara yang dikasihi Kristus!
Menanti! Banyak orang mengatakan bahwa menanti merupakan pekerjaan yang membosankan dan melelahkan. Coba kita ingat saat-saat (waktu lalu) ketika kita berada di antrean panjang orang-orang yang hendak membeli minyak tanah atau gas, atau saat-saat menunggu giliran dengan nomor antrean 80 di Bank, atau menanti giliran obat di Apotek, atau untuk mendapat pelayanan dokter di Klinik atau di Rumah Sakit dsb. Melelahkan dan membosankan bukan...? Waktu itu usia masih muda, masih aktif kerja. Lalu, di usia lanjut sekarang ini, bagaimana pengalaman kita? Pasti lebih melelahkan bukan? Tapi saya dengar, ada dua ibu pensiunan guru berusia 80-an yang karena ketentuan untuk mendaftar lagi, mereka harus ke Manado dari Tomohon. Mereka hanya dikawal oleh seorang supir. Mereka mengurus sendiri pendaftaran itu dan selesai, sukses. Luar biasa ini! Semangat dan Iman yang tak pernah pudar sampai di usia tua.
Pemazmur memuji Tuhan melalui syair lagu yang sangat indah. Ia memuji Tuhan sebagai Pencipta, sumber hidup, pengatur waktu dan Mahabijaksana. Ditengah situasi Jerusalem yang belum menentu setelah pergolakan (Perang Persia melawan Babel), penulis Kitab Mazmur mengajak umat Tuhan yang telah pulang ke Jerusalem dari Pembuangan Babel untuk bersama-sama dengan pemazmur terus memuji Tuhan. Situasi yang tidak menentu atau keadaan sulit bukanlah alasan untuk berhenti memuji Tuhan. Mengapa? Sebab, Tuhan yang membebaskan mereka dri perbudakan di Mesir. Dia itulah Pencipta dan Penguasa serta Pengendali semesta alam. Dia yang mengatur waktu hidup manusia dan bahkan semua ciptaan. Bulan dan Matahari telah diciptakan-Nya untuk mengatur waktu. Dia mengatur dengan begitu bijaksana. Gelap dan terang; malam dan siang diaturnya bergantian menjadi waktu-waktu istirhat dan kerja manusia dan binatang-binatang hutan (ayat 20-23).
Betapa umat tidak bersyukur, bumi telah diciptakan-Nya begitu kaya, laut penuh dengan binatang kecil dan besar; kapal-kapal berlayar dengan aman karena "Lewiatan" (penguasa laut yang ditakuti manusia) dibuat-Nya bermain-main dengan kapal-kapal itu (ayat 24-26). Tidak ada satupun yang terlepas dari pengendalian-Nya. Semua mengharapkan makanan, diberikan-Nya pada waktunya. Ketika pada waktu dahulu umat Tuhan kelaparan dalam perjalanan mereka menuju Kanaan, Ia menyediakan "mana" bagi mereka. Mereka memungutnya, menikmatinya dan menjadi kenyang karena kebaikan Tuhan. Tuhan adalah sumber hidup manusia (ayat 27-28).
Dia juga yang mengendalikan dan menentukan keberadaan manusia di bumi ini. Manusia tidak hidup selamanya. Ketika Tuhan mengambil roh mereka, mereka mati. Akan tetapi Tuhan juga mengirim roh-Nya kepada manusia dan mereka tercipta; ada yang mati, tapi ada yang lahir. Ada generasi. Semua yang terjadi dalam dunia ada dalam penentuan dan pengendalian-Nya (ayat 29-30). Tentu saja berita ini membangkitkan semangat kerohanian umat di tengah-tengah situasi yang tidak menentu waktu itu. Bahwa Tuhan adalah sumber Hidup dan Penetu segala sesuatu.
Kita bersyukur, Tuhan telah menghentar kita boleh memasuki minggu-minggu Adven yang kita rayakan menjelang Hari Raya Natal Yesus Kristus, 25 Desember. Semua orang percaya sedang menanti, menanti tibanya Hari Besar, Hari Natal. Tetapi, dengan perayaan Adven, kita diingatkan bahwa Yesus Kristus akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Demikian antara lain pengakuan iman kita. Dan sekarang ini, sesungguhnya ktia berada dalam masa penantian itu.
Di masa-masa penantian ini, kita sering menjadi lelah, lemah karena usia yang semakin lanjut. Kita merasa kesepian dan kurang bersemangat karena jauh dari anak-anak dan cucu-cucu. Kita sering menjadi cemas bahkan putus asa karena persoalan-persoalan yang menimpa keluarga anak-anak atau cucu-cucu.
Melalui nyanyian pujian pemazmur mengumandangkan kepercayaan dan keyakinannya bahwa segala sesuatu ada dalam pengaturan Tuhan sang pencipta. Dia yang mengatur dengan bijaksana irama dan dinamika kehidupan manusia bahkan segenap ciptaan-Nya. Dia yang memberi makan kepada segenap ciptaan-Nya Karena itu, ia berharap bahwa umat Tuhan tidak akan patah semangat menghadapi realitas-realitas hidup yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Demikianlah kita, dengan penuh semangat dan iman, dalam segala keterbatasan di usia lanjut, kita terus menjalani kehidupan keseharian kita, mengerjakan apa yang dapat dikerjakan sebagaimana kedua ibu pensiuanan guru tadi, usia 80-an tahun yang berusaha mengurus pensiun mereka.
Dimasa raya Adven ini, kita diajak untuk lebih mengarahkan hidup kita kepada kedatangan-Nya kembali, tetapi juga Dia yang berkenan datang menjumpai kita yang berdoa dan memohon pertolongan-Nya ditengah-tengah kondisi fisik yang memang tidak muda lagi. Dia adalah sumber hidup kita, Dia yang mengatur dan mengendalikan hidup kita. Dia adalah kekuatan dan harapan kita.
Lagu para Lansia " Sapa bilang Lansia so ndk berguna" tetap menjadi penyemangat hidup.
Mazmur 71:18-19: " juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini , keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang. Bahkan, sampai lanjut usia dan rambutku memutih, ya Allah, jangan
tinggalkan aku, sampai aku memberitahukan kuasa-Mu kepada generasi ini,
kekuatan-Mu kepada orang-orang yang akan datang."
Nantikan kedatangan-Nya dengan semangat yang tak pernah pudar. Amin.
SELAMAT MENYAMBUT NATAL 25 DESEMBER 2018
DAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar